Google

Selasa, 15 Januari 2008

INKSCAPE

Version reviewed: 0.43

Inkscape is a Free Software vector graphics editor. Its goal is to become a powerful graphic tool while being fully compliant with the XML, SVG and CSS standards. It is a cross-platform application that runs on Microsoft Windows, Mac OS X and Unix-like operating systems; the primary development platform is Linux.

Some supported SVG features include basic shapes, paths, text, markers, clones, alpha blending, transforms, gradients, and grouping. In addition, Inkscape supports Creative Commons' metadata, node-editing, layers, complex path operations, text-on-path, text-in-shape, and SVG XML editing. It also imports several formats like EPS, PostScript, JPEG, PNG, BMP, and TIFF and exports PNG as well as multiple vector-based formats.

Inkscape started in 2003 as a fork of the vector drawing editor Sodipodi. Inkscape does not yet have as many features as the best commercial vector editors, but it is currently suitable for a wide range of applications. Inkscape's implementation of SVG and CSS standards is incomplete; most notably, it has not yet implemented SVG filter effects, animation, and SVG fonts. Inkscape is currently under active development, with new features being added regularly.

Some features:

· Object creation (pencil tool, pen tool, calligraphy tool rectangles, ellipses, stars/polygons, spirals, text tool, embedded bitmaps, clones)
· Object manipulation (Affine transformations, Z-order operations, Grouping objects, Layers, Copying and pasting objects, Alignment and distribution commands)
· Fill and stroke (Color selector, Color picker tool, Copy/paste style, A gradient editor capable of multi-stop gradients, Pattern fills, Dashed strokes, Path markers)
· Operations on paths (Node editing, Converting to path, Boolean operations, Path simplification, Path insetting and outsetting, Bitmap tracing)
· Text support (Multi-line text, Uses any installed outline fonts, including right-to-left scripts, Kerning, letter spacing, line spacing adjustments, Text on path, Text in shape)
· Rendering (Fully anti-aliased display, Alpha transparency support for display and PNG export, Complete "as you drag" rendering)
· Miscellaneous (Live watching and editing the document tree in the XML editor, Command line options for export and conversionsm, Perfectly compliant SVG format file generation and editing)



Dulu kenal corel draw dan kawan2nya yg kopleks N susah dimengerti. Setelah gencar2nya HAKI. Pihak microsoft maupun pengembang software2 laen mulai kasak kusuk indonesia.(surganya para pembajak...hehehe). Walhasil, kutetapkan pilihan pada Inkscape. weks...

Yups, freeware ini gak kalah sama yang Coreldraw (shareware). Inkscape dan software - software lain di Linux adalah manual, tutorial, atau buku yang bisa dijadikan acuan. Akhir2 ini tutorialnya mulai banyak. sampe di youtube, pernah aku temukan tutorialnya Inkscape. (kapan2 bisa tak UpLoad).

download softwarenya disini
nich juga tutorial berbahasa indonesia. click disini.

utk yg bahasa inggris click here.
(http://www.inkscape.org/doc/tracing/tutorial-tracing.html)
(http://www.cosc.canterbury.ac.nz/adrian.white/docs/tutorials/inkscape/tutorial-advanced.html)
atau bisa googling sendiri. sip...selamat mencoba.........

Selasa, 04 Desember 2007

Alternative download youtube


Anda pasti mengenal fitur internet video dari Youtube. Situs ini menampung seluruh pengemar video untuk memasukan file dan berbagi dengan pemakai internet di seluruh duni.

Sayang, fitur YouTube mengunakan format file FLV, sehingga hanya dapat dilihat dari situs mereka. Sekarang sudah banyak software yang dapat mengcapture file YouTube dan salah satunya adalah YouTube Downloader. Kemampuan YouTube Downloader sangat sederhana, anda dapat memasukan link dari YouTube kedalam nama file dan biarkan program mengambil file anda untuk disimpan.

Program YouTube Grabber memiliki ukuran kecil dibanding software lain sejenisnya. Tetapi cukup memenuhi para pengemar atau pengkoleksi video dari YouTube.

Untuk konversi dari file FLV sudah banyak software pembantu dibuat. Seperti RealPlayer 11 sudah dapat menjalankan format FLV. Atau software lain yang mampu mengkonversi video dari FLV ke format AVi.

atau dowload di sini,

altenatif lain di sini, atau di sini

Jumat, 30 November 2007

Masih ragu windows VISTA

5 alasan dari Vista membuat anda terdiam


Ada 100 alasan kamu tidak bisa bicara lagi dengan Vista, tetapi ada 5 yang paling menyebalkan

Nomor 5
Mengunakan Windows XP pada notebook, baterai bertahan sampai 3 jam. Dengan Vista benar benar memukau karena langsung drop dan hanya bertahan dalam 1 1/2 jam saja. Walaupun sudah di atur sedemikian rupa agar lebih hemat, Vista tetap membuat sistem baterai notebook boros

Nomor 4
Vista suka mendelete file restore. Katanya, menginstall sekali Vista maka kamu akan lebih menyukai membuangnya pada hari sabtu nanti.

Nomor 3
CHKDSK selalu berjalan setiap computer start. Penyebabnya, tidak ada, semua beres tetapi CHKDSK selalu berjalan. Sekalipun sudah di disable dari registry, tetap saja seperti itu.

Nomor 2
Menginstall Vista dari upgrade OS XP. Harddisk tidak akan menyisakan tempat lagi untuk menyimpan file. 80GB harddisk didalam notebook, seluruhnya terpakai oleh OS Vista. Keputusan terakhir, melakukan resinstall Vista dari awal.

Nomor 1
Pop Pop Pop lagi, selalu muncul bahkan ratusan kali. Pesan seperti "Windows needs your permission to continue”. Saya mengerti Windows Vista, dan saya memang meng-click System Restore. Jadi jangan ditanyakan berkali kali.


Asosiasi konsumer Belanda nyatakan perang dengan Vista


Konsumer di Belanda melakukan protes untuk OS Vista, setelah perusahaan Microsoft menolak memberikan copy gratis Windows XP. Masalahnya sederhana, laporan protestan pemakai Vista mencapai 5000 keluhan.
Perangkat printer dan hardware lain kebanyakan gagal bekerja. Sistem computer terlalu sering crash dan perangkat menjadi sangat lambat.

Para pemprotes diwakili oleh asosiasinya telah berdiskusi dengan Microsoft atas masalah pemakai Vista. Tetapi tawaran berpindah ke XP bukan solusi, kata Microsoft. Karena perangkat tambahan dikembangkan harus khusus untuk Vista.

Tetapi asosiasi konsumer menekankan hal lain, bahwa Microsoft baru menawarkan XP ke pelanggan bisnis ketika mereka menghadapi masalah. Dari forum, user Vista memang mempermasalahkan perangkat lama atau sistem lama yang mereka jalankan.


Microsoft bergabung dengan OpenSource



Jika kamu tidak dapat mengalahkan mereka, maka bergabung dengan mereka? Mungkin itulah mantera Microsoft dalam taktik bisnisnya, karena sekarang Microsoft bergabung dengan komunitas open source dengan kualifikasi dari Open Source Initiative (OSI).

Open source adalah sebuah situasi dimana pemakai atau developer diperbolehkan untuk belajar, memodifikasi, mendistribusikan, atau menggunakan kode-kode dari sebuah program. Tujuan dari open source ini sendiri adalah untuk membebaskan bug-bug dari sebuah software dan mengimprovisasi program sesuai dengan minat dan kegunaan bagi para pemakai yang sebenar-benarnya.

Setelah menimbang lisensi raksasa Microsoft dengan sepuluh kriteria yang disyaratkan Open Source Definition, OSI meresmikan Microsoft Public License (Ms-PL) dan Microsoft Reciprocal License (Ms-RL).

Presiden utama bagian open source dari Red Hat yang juga presiden dari OSI, Michael Tiemann Menulis di blognya, "Apakah ini permulaan dari sebuah akhir? Atau akhir dari sebuah permulaan? Mata dari dunia teknologi akan mengamati OSI dan Microsoft untuk melihat kelanjutannya. Tentu beberapa merasa cemas izin ini bisa berdampak buruk bagi open source dan kami mungkin akan belajar menetapkan kriteria kesebelas atau mengubah kesepuluh kriteria yang ada untuk menegaskan apa yang kami sebut sebagai open source."

Sementara Free Software Foundation memuji Microsoft karena tindakan ini, para anggota OSI sendiri tidak yakin dengan Microsoft, terutama Google. Manager open source Google Chris DiBona menuntut agar diberlakukannya kondisi-kondisi tambahan pada aplikasi OSI milik Microsoft, seperti melarang Microsoft menggunakan istilah pasar "shared source" yang membingungkan pengguna.

DiBona merasa Microsoft tidak tulus dalam bergabung dengan OSI terutama karena sebelumnya Microsoft memberlakukan mereka yang menggunakan lisensi OSI seperti pembela komunis atau kanker. DiBona merasa permintaan Microsoft adalah serangan lainnya pada OpenSource dengan kedok persahabatan.

Untuk sebagian besar pribadi dan perusahaan yang bekecimpung di dunia IT, pengumuman ini sama seperti langit runtuh dan dunia akan kiamat. Sedangkan sebagian lainnnya mengamati hal ini sebagai usaha Microsoft untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan OSI dan kemauan Microsoft untuk fleksibel.

Dukungan Microsoft pada open source juga terkesan ironis bagi sebagian orang, melihat bahwa Microsoft juga menabuh gendang perang perihal pembayaran dari konsumer Linux